Pada sebuah bicara
Memendam segala kata
menelan segala derita
Peritnya biar tembus kejantung
Jangan pernah terlihat dibibir
Senyum..
Aku mencuba
Biarpun semakin hilang
Ketara, aku terasa
Bagaimana mampu aku hadap semua luka
Kiri dan kanan, aku diterpa
telinga tidak lagi bisa simpati
kerna hati tidak lagi tertanggung
cebisan darah dari ruang yang terpisah
Pedihnya bagai baru hari ini aku ditikam
Ingin saja aku ketawa
Bagai tiada pedih dalam jiwa
Bebas dan gembira
Apa aku tidak bisa punya duniaku?
No comments:
Post a Comment