Assalamualaikum,
Hari ini bicara saya pada "hanya sebuah"...
Ini dah jadi amalan kitakan?
Lepas makan, kita tinggalkan pinggan. Hanya sebuah, kata kita.
Lepas membaca, kita tinggalkan buku. Hanya sebuah, kata kita.
Lepas menulis kita tinggalkan pen. Hanya sebatang, kata kita.
Kita lupa, ada mata yang memerhatikan setiap perbuatan dan gerak laku kita.
Ini bukan persoalan hanya satu, tetapi ini adalah penunjuk kepada sikap kita dan juga penyebab kepada sikap anak-anak kita.
Hanya sebuah, sebatang dan sehelai...
Namun, itulah yang dijadikan penunjuk aras oleh anak-anak dan alasan untuk mereka juga meninggalkan barang-barang mereka dalam keadaan tidak kemas.
Hanya sebuah, sebatang dan sehelai...
Maka, apa yang susah sangat untuk dikemaskan jika dibandingkan dengan kesannya kepada anak-anak dan pastinya berbalik kepada diri kita sendiri...
Jangan ditengking dan dimarah anak-anak saat mereka meninggalkan pinggan mangkuk, buku, pakaian, beg mereka merata-rata kerana itulah yang mereka pelajari daripada setiap tindakan kita yang meninggalkan hanya sebuah...
Ibu-ibu, bapa-bapa dan diri sendiri,
Anak-anak itu adalah kain putih,
kita yang mencoraknya.
No comments:
Post a Comment